<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1617697315206334529</id><updated>2011-04-22T09:45:47.565+08:00</updated><title type='text'>Existing Condition of Lake Tempe</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://laketempe-condition.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1617697315206334529/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laketempe-condition.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10448562548728418906</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_7yjXSRQ47p8/SFPHqcm_AsI/AAAAAAAAAAY/m--8kG59iTE/S220/Senja.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1617697315206334529.post-2636635070254952017</id><published>2008-06-15T23:21:00.010+08:00</published><updated>2008-06-15T23:37:19.935+08:00</updated><title type='text'>SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DANAU TEMPE</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sosial Budaya Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Dari hasil survey dan data yang ada menunjukkan kondisi sosial ekonomi masyarakat masih rendah, indikator yang dapat kami lihat adalah rendahnya pengatahuan dan tingkat pendidikan masyarakat, kegiatan-kegiatan ekonomi masih bersifat subsistem, sarana penunjang kegiatan ekonomi yang masih tradisional dan kurangnya alternatif yang dapat lebih diberdayakan dan dikembangkan, kelembagaan masayarakat yang tidak berfungsi dengan baik khususnya kelembagaan adat dan yang lebih utama adalah tidak adanya partisipasi masyarakat lokal dalam upaya mewujudan pengelolaan Danau Tempe secara terpadu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adat Istiadat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Danau Tempe berada di lingkungan masyarakat suku bugis, yang memiliki norma dan nilai-nilai budaya beragam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Salah satu nilai budaya yang terkait dengan lingkungan adalah memelihara dan melestarikan alam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sekarang ini nilai-nilai dan kebiasaan adat yang dahulu dilakukan masyarakat disekitar Danau Tempe telah mulai menghilang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Salah satu sistem pengelolaan lahan yang menjadi kebiasaan adat di wilayah Danau Tempe sejak dahulu adalah melakukan sistem &lt;i style=""&gt;makoti&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Makoti adalah sistem pembagian lahan yang akan diolah (bukan hak milik) setelah air danau surut, lahan yang dibagi merupakan lahan kosong yang kering.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sistem ini pembagian dilakukan dengan mengundi yang didasarkan atas posisi atau letak lahan masing-masing&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lahan tersebut dibagi berdasarkan jumlah peminat yang ingin mengolah lahan kosong tersebut, kemudian lahan tersebut dibagi berdasarkan kedekatannya dengan areal danau.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sistem ini sangat disukai oleh masyarakat, karena menurutnya sangat baik dan adil dalam pengelolaan lahan usaha.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan juga dengan sistem ini kebersamaan dan kekeluargaan diantara mereka dapat terpelihara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Budaya lain adalah &lt;i style=""&gt;Maccera Tappareng&lt;/i&gt; yang dilakukan oleh masyarakat pesisir danau pada empat kecamatan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Budaya ini merupakan upacara adat yang dilaksanakan untuk mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa atas limpahan rahmatnya dengan melimpahnya ikan di Danau Tempe.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam upacara ini, para nelayan, terutama yang berdiam di sekitar Danau Tempe, berkumpul mengucap syukur. Kompas (2003) menulis bahwa ucapan syukur ini dilakukan dengan upacara tertentu dan memotong kerbau.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Acara pemotongan kerbau ini kemudian dirangkai dengan acara makan-makan layaknya pesta. Untuk menambah kemeriahan acara ini, biasanya para nelayan mengadakan lomba perahu. Selain itu juga digelar acara mappadendang, yakni tari-tarian yang diiringi lagu-lagu adat setempat. Lebih dari itu semua, inti acara ini juga adalah ajang silaturahmi bagi para nelayan dan masyarakat setempat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pelaksanaan tradisi ini biasanya dirangkaikan dengan Festival Danau Tempe yang diadakan hampir setiap tahun. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Festival Danau Tempe ini menjadi tujuan wisatawan dari mancanegara dan wisatawan lokal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dalam pelaksanaan adat istiadat, yang paling berperan adalah &lt;i style=""&gt;Macoa Tappareng&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Wawancara dengan beberapa &lt;i style=""&gt;Macoa Tappareng&lt;/i&gt; menjelaskan bahwa tugasnya adalah ikut menjaga kelestarian Danau Tempe dengan mengatur masyarakatnya yang hidup dari danau ini. Tugas &lt;i style=""&gt;Macoa Tappareng&lt;/i&gt; juga mengawasi agar jenis-jenis ikan asli danau seperti biawang dan bungo, tetap ada. Macoa Tappareng pula yang mengatur dan mengawasi agar penangkapan ikan di Danau Tempe tidak menggunakan pa’bu, yakni sejenis racun ikan untuk menangkap ikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tingkat Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Tingkat dan sarana pendidikan penduduk disekitar wilayah perairan Danau Tempe secara umum belum cukup memadai.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Masih banyak keterbatasan dalam hal sarana penunjang dan kesadaran pentingnya pendidikan, menyebabkan tingkat pendidikan penduduk masih relatif rendah. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sebagian besar masyarakat tingkat pendidikanya hanya sampai tingkat Sekolah Dasar (48 % dari jumlah penduduk), sehingga dalam melakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan memerlukan penyampaian yang terinci, jelas dan mudah dimengerti oleh masyarakat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hal ini sangat berpengaruh terhadap pengembangan usaha yang dilakukan serta sulit menguasai teknologi dan manajemen usaha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Kondisi sekolah tingkat SD, SMP dan SMU pada empat kecamatan pesisir Danau Tempe yaitu 141 SD, 13 SMP dan 5 SMU (Sumber: Kabupaten Wajo dalam Angka, 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesehatan Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kondisi kesehatan masyarakat disekitar Danau Tempe pada umumnya masih sangat rentan terhadap penyakit.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jenis penyakit yang sering&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diderita masyarakat disekitar danau Tempe adalah jenis penyakit saluran pernapasan, diare/muntaber, kulit, malaria, cacingan, batuk, mata, influenza dan gigi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Pada umumnya para penduduk yang mengalami gangguan kesehatan, mereka berobat ke Puskesmas Pembantu yang ada di wilayah mereka.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Namun apabila ada penyakit yang kurang mampu ditangani oleh perawat dan mantri atau dokter yang ada, maka mereka dirujuk ke Rumah Sakit yang ada di ibukota Kabupaten.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Disamping itu sebagian masyarakat di sekitar Danau tempe masih tergantung atau percaya pada hal-hal yang supranatural sehingga ada juga yang berobat ke dukun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perekonomian Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Perekonomian masyarakat sekitar Danau Tempe didominasi oleh pekerjaan sebagai nelayan dan pertanian tanah &lt;i style=""&gt;koti&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Biasanya masyarakat yang mengerjakan tanah koti juga bermata pencaharian sebagai nelayan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pertanian tanah &lt;i style=""&gt;koti&lt;/i&gt; dilakukan pada musim kering dan pekerjaan sebagai nelayan dilakukan pada musim hujan atau air menggenangi tanah &lt;i style=""&gt;koti&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sementara sebagian kecil masyarakat berprofesi sebagai pedagang, pengusaha dan pegawai negeri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Berdasarkan data statistik bahwa struktur penduduk menurut mata pencaharian di Danau Tempe masih di dominasi oleh sektor pertanian, perikanan dan peternakan yaitu 31.800 jiwa atau sebesar 56,45 % dari penduduk usia kerja yang bekerja. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Besarnya angkatan kerja yang terserap di sektor pertanian sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis wilayah yang memang potensial untuk pengembangan komoditi pertanian dan perikanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Sementara untuk sektor-sektor lainnya yang diharapkan lebih mampu menyerap angkatan kerja, seperti sektor industri ternyata masih belum mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja. Jumlah penduduk yang bekerja di sektor industri hanya sebanyak 7.254 jiwa atau sebesar 12,88 %.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Demikian pula dengan mata pencaharian di sektor jasa, yang merupakan kegiatan ekonomi sekunder masih rendah menyerap tenaga kerja yaitu hanya 6.841 jiwa atau hanya sebesar 12,14 % dari angkatan kerja yang bekerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1617697315206334529-2636635070254952017?l=laketempe-condition.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laketempe-condition.blogspot.com/feeds/2636635070254952017/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1617697315206334529&amp;postID=2636635070254952017' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1617697315206334529/posts/default/2636635070254952017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1617697315206334529/posts/default/2636635070254952017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laketempe-condition.blogspot.com/2008/06/sosial-ekonomi-masyarakat-danau-tempe.html' title='SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DANAU TEMPE'/><author><name>Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10448562548728418906</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_7yjXSRQ47p8/SFPHqcm_AsI/AAAAAAAAAAY/m--8kG59iTE/S220/Senja.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1617697315206334529.post-4298730131588401912</id><published>2008-06-15T22:54:00.022+08:00</published><updated>2008-06-15T23:18:48.327+08:00</updated><title type='text'>DEGRADASI LINGKUNGAN DANAU TEMPE</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;color:black;"  lang="SV" &gt;Proses terbentuknya Danau Tempe yang berasal dari proses pergeseran dan pengangkatan batuan atau daratan, memberikan karakter terhadap sifat fisik lingkungan danau seperti landai dari wilayah daratan sekitarnya serta elevasi yang rendah dari permukaan laut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hal menimbulkan bajir tahunan jika datang musim hujan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karakter fisik ini diperparah lagi oleh kondisi alam disekitarnya serta tindakan manusia yang tidak menjaga kelestarian ekosistem lingkungan danau secara keseluruhan, mulai dari hulu sungai sampai ke dalam danau.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beberapa degradasi lingkungan yang sedang terjadi di Danau Tempe dapat dijelaskan seperti di bawah ini.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;color:black;"  lang="SV" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sedimentasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h6  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;Pendangkalan merupakan permasalahan ekologis, setidaknya ada dua penyebab dari permasalahan besar tersebut yang sangat kompleks dan terkait dengan masalah-masalah lain di Danau Tempe yaitu sedimentasi dan pencemaran.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Berdasarkan Laporan BAPEDAL Regional III (2000) bahwa proses hidrologi langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi erosi dan sedimen serta aspek kualitas air danau.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ada beberapa sungai yang bermuara dan menjadi sumber sedimen Danau Tempe yaitu &lt;span style=""&gt;1)&lt;/span&gt; Sungai Bila dengan 3 Daerah Aliran Sungai (DAS) pada 3 kabupaten yaitu Kab. Enrekang, Kab. Sidrap dan Kab.Wajo.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Besarnya sedimen daerah tangkapan air sungai Sungai Bila sebanyak 192.592 juta m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;, &lt;span style=""&gt;2)&lt;/span&gt; Sungai Walennae dengan DAS mencakup 4 kabupaten yaitu Kab. Soppeng, Kab. Bone, Kab. Maros dan Kab. Wajo.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sedimen yang terbawa dan masuk ke danau sebesar 786.066j uta m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;, &lt;span style=""&gt;3)&lt;/span&gt; Sungai-sungai kecil seperti Sungai Wettee, Sungai Batu-Batu, Sungai Waronge, Sungai Tancung dan lain-lain juga memberikan kontribusi sedimen sebesar 90.491 juta m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;Total sedimen yang masuk ke Danau Tempe adalah 1.069.099 juta m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;, sementara yang dikeluarkan melalui Sungai Cenranae adalah 550.490 juta m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan demikian sisa sedimen yang mengendap di dasar danau sebesar 518.609 juta m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jika setiap tahunnya sedimen tidak keluar dan terus mengendap maka akan terjadi proses pendangkalan danau setinggi 0,37 cm dari proses sedimentasi (Bapedal, 2000).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;color:black;"  lang="SV" &gt;Sedimentasi yang terjadi 0,37 cm setiap tahun telah menyebabkan pendangkalan yang menimbulkan dampak negatif bagi sumberdaya perikanan Danau Tempe.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Danau Tempe menjadi lebih dangkal dan volume air berkurang sehingga ruang perairan untuk habitat ikan juga berkurang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;Sedimen yang masuk ke DAS merupakan akumulasi erosi dan buangan rumah tangga dan industri sepanjang DAS.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Erosi disebabkan oleh penebangan hutan di sekitar hulu dan sepanjang DAS sehingga aliran air pada saat hujan mengikis lapisan tanah dan terbawa ke sungai.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kemudian pada badan air danau terdapat banyak tanaman air baik yang tumbuh dari dasar danau maupun yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai &lt;i style=""&gt;bungka toddo&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tanaman air ini menjadi perangkap sedimen dan mengendapkan sedimen ke dasar danau.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menurut penelitian &lt;span style="color:black;"&gt;Nippon Koei (2003), bahwa sepanjang musim hujan 80 – 90 persen permukaan danau ditutupi oleh tanaman air.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;Suara Publik (2003) menulis bahwa akibat kerusakan lingkungan, telah terjadi pendangkalan dan penyempitan danau. Di musim kemarau, danau hampir kering dengan rata-rata kedalaman air hanya 0,5 – 1,0 meter.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebaliknya, pada puncak musim hujan, air banjir pemukiman penduduk dan menghanyutkan segalanya.&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;Pencemaran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;Air danau dan aliran-aliran sungai di sekitarnya dipergunakan oleh masyarakat sebagai sumber air bersih, tetapi masyarakat tidak mengetahui tingkat pencemaran air dan juga kebutuhan air bersih untuk MCK (Mandi, Cuci, Kakus) hanya bertumpu pada air sungai dan danau.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Laporan Bappedal (2000) menunjukkan bahwa setidaknya ada 3 sumber-sumber pencemar air danau yaitu &lt;span style=""&gt;1) &lt;/span&gt;Kegiatan Rumah Tangga yang menghasilkan bahan buangan organik (dedaunan, bekas bungkusan kertas), buangan olahan bahan makanan (ikan, daging), buangan zat kimia (dari sabun, detergen, shampoo, dan bahan pembersih lain), &lt;span style=""&gt;2) &lt;/span&gt;Kegiatan Pertanian seperti penggunaan pestisida (insektisida, herbisida, zat pengatur tumbuh) dan pupuk (ZA, DAP, Urea, NPK dan lain-lain), &lt;span style=""&gt;3)&lt;/span&gt; Kegiatan Industri dengan 4 golongan yaitu industri makanan dan tembakau, pertenunan sutera dan pakaian jadi, industri kayu dan perabot, industri percetakan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bahan buangan dari industri berupa buangan padat, organik, olahan makanan dan zat kimia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;Hal yang juga menjadi perhatian utama adalah pencemaran perairan yang terjadi, berdasarkan penelitian lembaga kami dan Bappedal Wil. III menunjukkan adanya indikator bahwa perairan Danau Tempe mengalami pencemaran seperti perubahan suhu air, pH, warna, bau, rasa, tingginya kekeruhan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;logam berat (timbal dan arsen) dan meningkatnya radioaktivitas air.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sumber utama yang membawa bahan pencemar keperairan adalah aktivitas masyarakat yang semakin meningkat dalam bentuk kegiatan pertanian dan limbah dari pemukiman yang padat di sekitar areal Danau Tempe.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Masalah pencemaran ini merupakan akibat dari aktivitas masyarakat di sekitar danau dan DAS yang kurang tertata.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Masyarakat belum memiliki kesadaran tentang pentingnya pelestarian perairan sungai dan danau.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hal ini disebabkan umumnya masyarakat masih memiliki tingkat pendidikan rendah dan keterampilan/pengetahuan yang kurang dalam mengelola (mengeksploitasi) danau serta dalam melakukan aktivitas sekitar danau atau DAS.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;Permasalahan sedimentasi dan pencemaran yang cenderung semakin tinggi memberikan kontribusi terhadap proses pendangkalan di Danau Tempe. Hasil Penelitian JICA (1993) menunjukkan bahwa setiap tahunnya terjadi pendangkalan berkisar 15 – 20 cm dan cenderung meningkat setiap tahun.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Berdasarkan kesimpulan Laporan BAPEDAL Regional III (2000) menyatakan bahwa apabila laju sedimentasi terus meningkat setiap tahunnya diperkirakan 100 – 200 tahun kemudian Danau Tempe akan menjadi suatu daerah dataran yang subur karena adanya penumpukan sedimen yang banyak mengandung bahan organik.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peningkatan Gulma Air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;Tingginya produktifitas dan kesuburan Danau Tempe terlihat dari semakin meningkatnya pertumbuhan gulma air pada perairan danau dimana luas penutupannya mencapai 40 %. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Hal ini dapat menjadi ancaman karena membantu mempercepat proses pendangkalan Danau Tempe.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tanaman air yang menjadi gulma di danau adalah didominasi oleh eceng gondok, akar tanaman ini dapat mencapai dasar danau dan menjadi perangkap sedimen kemudian mengendapkan di dasar danau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;Menurut wawancara dengan nelayan dijelaskan bahwa pada akhir musim hujan, dimana banyak nelayan yang memasang &lt;i style=""&gt;bungka toddo&lt;/i&gt; dari tanaman air khususnya eceng gondok dan kangkung, sehingga akan menutupi sebagian besar permukaan danau dan menyulitkan jalur nelayan yang menggunakan perahu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kondisi biasanya dapat menimbulkan konflik antara nelayan pemilik &lt;i style=""&gt;bungka toddo&lt;/i&gt; dengan nelayan yang menggunakan jaring.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pada saat memasuki musim kering dimana danau semakin sempit karena air sudah turun, hal ini menyebabkan permukaan danau akan tertutupi sampai 90 % oleh tanaman air.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terancamnya Satwa Liar dan Biota&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;Menurunnya kualitas lingkungan perairan Danau Tempe mempengaruhi daya dukung organisme didalamnya sehingga keberadan satwa liar dan biota air semakin terancam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan terdapat indikasi menurunnya populasi beberapa satwa liar dan biota air, khususnya yang jenis endemik.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Berdasarkan survei dan wawancara dengan masyarakat sekitar danau dijelaskan bahwa biota seperti burung (&lt;i style=""&gt;cawiwi, lawase) &lt;/i&gt;dan ikan endemik (&lt;i style=""&gt;bungo, &lt;/i&gt;belanak, sidat/&lt;i style=""&gt;masafi&lt;/i&gt;) sudah jarang dijumpai di danau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1617697315206334529-4298730131588401912?l=laketempe-condition.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laketempe-condition.blogspot.com/feeds/4298730131588401912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1617697315206334529&amp;postID=4298730131588401912' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1617697315206334529/posts/default/4298730131588401912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1617697315206334529/posts/default/4298730131588401912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laketempe-condition.blogspot.com/2008/06/degradasi-lingkungan-danau-tempe.html' title='DEGRADASI LINGKUNGAN DANAU TEMPE'/><author><name>Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10448562548728418906</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_7yjXSRQ47p8/SFPHqcm_AsI/AAAAAAAAAAY/m--8kG59iTE/S220/Senja.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1617697315206334529.post-2535755773425250951</id><published>2008-06-15T22:52:00.001+08:00</published><updated>2008-06-15T22:54:00.496+08:00</updated><title type='text'>POTENSI SUMBERDAYA DANAU TEMPE</title><content type='html'>&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Potensi sumberdaya Danau Tempe yang sudah dikelola dan dimanfaatkan sejak dahulu oleh masyarakat adalah potensi perikanan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Danau Tempe dikenal dengan produksi perikanan air tawar dan hasil ikan tersebut dipasarkan sampai keluar wilayah Kabupaten Wajo.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Potensi perikanan ini telah memberikan manfaat kepada masyarakat dan pemerintah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi produksi perikanan telah menurun karena kondisi lingkungan danau yang semakin menurun.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Produksi perikanan Danau Tempe dapat dilihat dalam Suara Publik (2003)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dimana diinformasikan bahwa hingga akhir 1960-an Danau Tempe masih dikenal sebagai sentra terpenting produksi perikanan air tawar di Indonesia. Selama kurun waktu 1948 – 1969 produksi ikan danau terluas di Sulawesi Selatan ini tiap tahun mencapai 37.000 – 40.000 ton berbagai jenis ikan. Bahkan tahun 1957 – 1959 sempat menembus angka 50.000 ton/tahun. Melimpahnya produksi ikan Danau Tempe dikenal dengan mangkuk ikannya Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Potensi perikanan Danau Tempe masih cukup besar, khususnya untuk penangkapan di perairan danau.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Potensi ini relatif tetap terjaga karena restocking yang dilakukan pemerintah setiap tahun.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kemudian berdasarkan data statistik tahun 2006, produksi perikanan air tawar sekarang yang berasal dari Danau Tempe serta nilainya tahun 2005 adalah Kecamatan Tempe 2.684,5 Ton (Rp. 17.650.000.000), Tanasitolo 2.453,1 Ton (Rp. 11.628.500.000), Sabbangparu 2.945,2 Ton (Rp. 10.757.470.000).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Produksi dan nilai perikanan yang berasal dari Danau Tempe memberikan kontribusi ekonomi yang cukup tinggi kepada masyarakat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kemudian potensi luas areal penangkapan menunjukkan bahwa luas areal penangkapan ikan di danau pada empat kecamatan di atas adalah 8.973 ha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1617697315206334529-2535755773425250951?l=laketempe-condition.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laketempe-condition.blogspot.com/feeds/2535755773425250951/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1617697315206334529&amp;postID=2535755773425250951' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1617697315206334529/posts/default/2535755773425250951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1617697315206334529/posts/default/2535755773425250951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laketempe-condition.blogspot.com/2008/06/potensi-sumberdaya-danau-tempe.html' title='POTENSI SUMBERDAYA DANAU TEMPE'/><author><name>Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10448562548728418906</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_7yjXSRQ47p8/SFPHqcm_AsI/AAAAAAAAAAY/m--8kG59iTE/S220/Senja.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1617697315206334529.post-36180291095099792</id><published>2008-06-15T22:33:00.000+08:00</published><updated>2008-06-15T22:35:59.628+08:00</updated><title type='text'>KONDISI UMUM DANAU TEMPE</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Umumnya Danau Tempe lebih dikenal terletak di Kabupaten Wajo karena wilayah terluas berada di wilayah ini, utamanya wilayah Kecamatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tempe dimana Ibukota Kabupaten Wajo berada, serta wilayah tiga kecamatan lainnya yaitu Belawa, Tanasitolo dan Sabbangparu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sedangkan wilayah lain dari Danau Tempe berada di Kabupaten Soppeng dan Sidrap.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hal ini dapat dilihat pada data Bappedal (1999) bahwa &lt;span style="color: black;"&gt;Danau Tempe menempati tiga wilayah kabupaten dengan tujuh kecamatan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bagian danau terluas terletak pada Kabupaten Wajo yang terdiri empat kecamatan yaitu Tempe, Sabbangparu, Tanasitolo dan Belawa. Kabupaten Soppeng dua kecamatan yakni Kecamatan Marioriawa dan Donri Donri, dan bagian yang tersempit adalah Kabupaten Sidrap dengan satu kecamatan yaitu Kecamatan Pancalautan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Secara geografis Danau Tempe terletak antara 119&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;53’ - 120&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;04’ bujur timur dan 4&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;03’ – 4&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;09’ lintang selatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;Danau Tempe berhubungan dengan dua danau lain yaitu Danau Sidenreng di Kabupaten Sidrap dan Danau Buaya di Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketiga danau ini bersatu membentuk satu luasan perairan yang luas pada musim hujan dan dapat menutupi pemukiman masyarakat pada tiga kabupaten.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Disampaikan dalam &lt;i style=""&gt;Fishery Report&lt;/i&gt; FAO of UN (1995), bahwa Danau Tempe adalah suatu sistem dari tiga danau alam yaitu Danau Tempe, Danau Sidenreng dan Danau Buaya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Karaktersitik Danau Tempe dengan kondisi banjir yang selalu terjadi setiap tahun pada musim hujan dapat dilihat pada keadaan danau dengan elevasi yang landai sehingga volume air yang bertambah melalui sungai akan meluap dan menyebabkan banjir.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Iklim tropis serta curah hujan tinggi di sepanjang sungai yang bermuara di danau merupakan kondisi yang menyebabkan besarnya volume air yang tertampung dalam danau.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Berdasarkan data Stasiun Klimatologi (1996) bahwa daerah Danau Tempe&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan sekitarnya termasuk dalam wilayah iklim&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tropik basah, yang dicirikan dengan adanya dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kabupaten Wajo, musim hujan terjadi pada bulan Februari sampai Juli, November dan Desember, sedangkan musim kemarau terjadi pada bulan Agustus sampai Oktober dan Januari.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Curah hujan rata-rata tahunan di wilayah Wajo selama 20 tahun (1976 – 1996) 145,1 mm.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kemudian data Bappedal (1999) menjelaskan bahwa Danau Tempe memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Data dari 1997 – 1999 menunjukkan bahwa pada ke-7 kecamatan yang berada disekitar Danau Tempe,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;musim hujan terjadi pada bulan Januari sampai bulan Juli dengan curah hujan 153,6 mm/bulan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sedangkan musim kemarau hanya terjadi selama 2 bulan yakni bulan Agustus dan bulan September, selebihnya pada bulan Oktober sampai bulan Desember kembali musim hujan dengan curah hujan 126 mm/bulan dan rata-rata hari hujan 11 hari.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pada saat musim hujan, volume air yang mengalir masuk ke Danau Tempe akan lebih banyak dibanding dengan volume air yang keluar melalui Sungai Cenranae. Hal ini terjadi karena terdapat dua sungai besar yang bermuara langsung ke Danau Tempe, yakni Sungai Bila dan Sungai Walanae ditambah beberapa sungai kecil lainnya. Ketika kondisi itu terjadi dimana volume air masuk lebih besar dari volume air yang keluar, maka akan mengakibatkan air meluap menggenangi daerah-daerah sekitar Danau Tempe (banjir).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Kondisi lingkungan danau dengan kemiringan yang landai pada sekitar empat kecamatan di Kabupaten Wajo sehingga selalu dilanda banjir dapat diketahui dari proses terjadinya Danau Tempe. Danau Tempe juga dikenal sebagai sebuah cekungan yang menjadi tempat tertampungnya air sungai dan air hujan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menurut laporan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (1980), bahwa terbentuknya Danau Tempe berasal dari proses geologis yang bersamaan dengan terbentuknya Sulawesi Selatan serta tiga danau lain yaitu Danau Sidenreng, Danau Taparang Lapompaka, Danau Labulang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Danau tempe terbentuk dari pengangkatan batuan sehingga mengakibatkan terjadinya patahan-patahan berarah kurang lebih Utara-Selatan dan memunculkan terban besar dan luas, &lt;i&gt;terban Walennae&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Terban ini memiliki relief lebih rendah dibanding daerah sekitarnya hingga merupakan suatu cekungan sedimentasi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Berakhirnya zaman es/pasca glasial (zaman &lt;i style=""&gt;Halosen&lt;/i&gt;) muka laut naik dan menggenangi Daratan Sunda dan Daratan Sahul, termasuk dataran Danau Tempe.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pada waktu itu Dataran Tempe merupakan danau yang sangat luas yang disebut Danau Tempe Purba.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Proses geologis yang terjadi selanjutnya adalah pada zaman Halosen Tua terjadi pengangkatan (&lt;i&gt;orogenesa&lt;/i&gt;) pada daerah daratan Danau Tempe Purba, sehingga terjadi pendangkalan yang menyebabkan bergesernya garis pantai dan daerah sekitarnya menjadi dataran yang datar dan luas berawa-rawa, serta terbentuk danau-danau disekitarnya.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Danau Tempe Purba inilah yang ada sampai sekarang dengan semua proses alam yang terjadi selama ratusan ribu tahun sehingga kondisi Danau Tempe seperti sekarang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1617697315206334529-36180291095099792?l=laketempe-condition.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laketempe-condition.blogspot.com/feeds/36180291095099792/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1617697315206334529&amp;postID=36180291095099792' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1617697315206334529/posts/default/36180291095099792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1617697315206334529/posts/default/36180291095099792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laketempe-condition.blogspot.com/2008/06/kondisi-umum-danau-tempe.html' title='KONDISI UMUM DANAU TEMPE'/><author><name>Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10448562548728418906</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_7yjXSRQ47p8/SFPHqcm_AsI/AAAAAAAAAAY/m--8kG59iTE/S220/Senja.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
